Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2012

Wisata di Pulau Lombok


Kalau kita lihat dari aspek sejarah, orang Sasak bisa jadi berasal Jawa, Bali, Makassar dan Sumbawa. Tapi bisa juga ke empat etnis tersebut bukan Papuk Bloq orang sasak, melainkan hanya memberi pengaruh besar pada perkembangan Suku Sasak.
Pulau Lombok yang memiliki luas 473.780 hektare ini tak hanya menyimpan kekayaan wisata alam semata. Bicara Pulau Lombok maka pikiran menerawang ke hamparan pantai Senggigi yang eksotis, indah, dan menawan. Pantai berpasir putih dengan deburan ombak kecilnya ini sayang untuk dilewatkan. Tak heran bila banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara menyinggahinya.
Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan munculnya krismon dan krisis-krisis lainnya, potensi pariwisata agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama mengungsi ke pulau Bali.
Berikut beberapa objek wisata di Lombok yang sayang dilewatkan. Diantaranya:
1) Wisata Alam
a) Mataram dan Cakranegara
Kota Mataram adalah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kota Mataram terdiri dari 6 (Enam) Kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang, Sekarbela, dengan 50 kelurahan dan 297 Lingkungan. Kota Mataram terletak pada 08° 33’ – 08° 38’ Lintang selatan dan 116° 04’ – 116° 10’ Bujur Timur. Selain ibukota propinsi, Mataram juga telah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri dan jasa, serta saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi kota pariwisata.
Keberadaan berbagai fasilitas penunjang seperti fasilitas perhubungan seperti Bandara Internasional Selaparang sebagai pintu masuk Lombok melalui udara, pusat perbelanjaan, dan jalur transportasi yang menghubungkan antar kabupaten dan propinsi inilah yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan Kota Mataram menjadi kota pariwisata. Mataram sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat sebelum terjadi pemekaran wilayah. Kini, ibukota Kabupaten Lombok Barat di pindahkan ke Giri Menang Gerung.
b) Narmada
Taman Narmada, 11 kilometer di timur kota Mataram, dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem sebagai taman yang indah sekaligus tempat untuk memuja Shiva. Kolamnya yang besar disebut sebagai miniatur Segara Anakan, danau kawah dari gunung berapi Rinjani dimana mereka biasanya melakukan pemujaan dengan melemparkan barang berharga ke dalam air. Sejalan dengan orang-orang yang terlalu tua untuk mencapai gunung setinggi 3,726 meter, mereka membuat Narmada untuk mewakilkan gunung dan danaunya. Di dekat kolam terdapat tempat untuk pemujaan dan mata air yang dipercaya bias membuat awet muda.
c) Pura Lingsar
Pura ini mungkin satu-satunya tempat pemujaan di dunia dimana Hindu dan Muslim datang untuk melakukan pemujaan. Kira-kira 7 kilometer di sebelah barat Narmada, pura ini dibangun pada tahun 1714 dan dibangun kembali pada tahun 1878 untuk melambangkan keharmonisan dan persatuan antara umat Bali Hindu dan Sasak Muslim di daerah tersebut, khususnya mereka yang mentaati peraturan sekolah Islam Wetu Telu yang unik. Pura Bali dibangun di tanah dataran tinggi, di belakang permukiman Muslim. Di tanah yang agak rendah adalah mata air dan di halaman pura adalah tempat diadakannya perang ketupat.
d) Pura Agung Gunung Sari
Pura besar ini berada di atas perbukitan di Gunung Sari, kira-kira empat kilometer dari Mataram, adalah saksi sejarah perang Puputan yang terjadi pada 22 November 1894 antara putra mahkota terakhir dari pemimpin Bali, Anak Agung Nengah dan pengikutnya dengan para tentara Belanda di bawah pimpinan Jendral Van der Vetter.
e) Sukarare
Ini adalah desa tempat kerajinan tenun yang terletak di sebelah selatan Cakranegara. Lombok terkenal dengan kerajinan kain songketnya yang indah. Penduduk di desa ini telah mewarisi kerajinan ini secara turun temurun dari generasi ke generasi.
f) Sengkol, pujut dan Rambitan
Waktu sepertinya tidak berputar di ketiga desa yang terletak di bagian selatan Lombok, yang menghubungkan kota mataram ke pantai Kuta. Seluruh rumah dan bangunan dibangun dengan gaya tradisional kuno dimana kehidupan mereka seakan-akan tidak mengikuti perubahan jaman. Padang gersangnya yang luas terlihat mengesankan dalam ketandusannya.
g) Pantai Batu Bolong
Terletak 9 km dari pusat kota Mataram, pantai ini mempunyai batu besar yang memiliki lubang di tengahnya. Sebuah pura berdiri menghadap selat Lombok dan di seberangnya terlihat garis batas Gunung Agung, Bali. Setelah berjemur, bersantai dan bersenang-senang di pantai yang indah, cobalah untuk menunggu sampai sore untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan yang pernah anda lihat ketika matahari perlahan mulai menghilang di balik Gunung Agung dengan warna-warnanya yang berkilauan.
h) Taman Mayura
Taman Mayura adalah salah satu peninggalan dari kerajaan Karang Asem Bali yang dibangun oleh Rajanya A.A. Ngurah pada tahun 1744. Di tengah-tengah kolam besar terdapat bangunan yang disebut Balai Kambang yang dulunya dipergunakan sebagai pengadilan sekaligus juga sebagai balai pertemuan. Anehnya, arsitektur bangunan tersebut memperlihatkan pengaruh Hindu dan juga Islam, sedangkan di sekitar tempat itu, patung dibuat dari batu dengan nuansa haji.
i) Pura Meru
Peninggalan Kerajaan Karang Asem yang lain adalah Pura Meru yang terletak di Cakranegara, dekat dari Mataram. Pura ini dibangun pada tahun 1720 di bawah pemerintahan Raja A.A. Made sebagai symbol persatuan umat Hindu di Lombok. Beberapa bangunan juga ditemukan di dalam kompleks pura ini, yang semuanya di desain untuk berbagai macam tujuan, termasuk 33 bangunan kecil yang terletak di sebelah pura utama.
j) Pantai Kuta
Dikenal juga dengan sebutan pantai Putri Nyale, Kuta yang terletak di pantai bagian selatan Lombok Tengah adalah satu dari pantai di Indonesia yang mempunyai pemandangan indah dan belum tersentuh. Dari Kuta menempuh jarak 5 km menuju Tanjung Aan, sebuah bentangan pasir putih di Samudera Hindia. Di sini tempat yang aman untuk berjemur dan berenang. Lebih jauh kea rah barat adalah pantai tempat untuk para peselancar. Setiap tahun, pada tanggal 19 di bulan kesepuluh pada kalender suku Sasak, ketika ikan Nyale muncul ke permukaan laut, Pantai Kuta menjadi ramai dengan berbagai macam festival.
Para nelayan berlayar ke laut sementara para pemuda pemudi berkumpul di pinggir pantai untuk menikmati pesta, sambil menggoda satu sama lain dan mungkin bisa berlanjut ke hubungan yang lebih serius.
k) Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan 
Gili, dalam bahasa Sasak berarti “pulau”. Ketiga pulau ini terletak berdekatan di barat laut pulau Lombok. Di sekitar pulau dipenuhi dengan batu karang yang indah. Gili Air, pulau yang paling dekat, bias dicapai dengan 10 hingga 15 menit dengan perahu motor dari pelabuhan Bangsal, dekat Pamenang.
l) Pantai Senggigi
Senggigi, di selatan Bangsal, memiliki pemandangan yang paling indah dan paling populer di pulau Lombok dengan banyak fasilitas akomodasi yang bagus. Batu karang tumbuh di pinggiran pantai.
m) Gunung Rinjani
Gunung Rinjani, gunung volcano yang masih aktif setinggi 3.726 meter, adalah satu dari gunung tertinggi di Indonesia. Di dasar kawah terdapat kaldera yang membentuk danau kawah gunung berapi Segara Anak, dikelilingi oleh tebing-tebing yang curam. Gunung ini populer di kalangan para pendaki. Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang adalah dua desa tradisional Sasak di kaki Gunung Rinjani.
n) Tepas, Sumbawa
Sebuah desa di kaki gunung Batu Lante, 60 kilometer arah selatan Sumbawa Besar, dimana rumah-rumah di desa ini dibangun dengan gaya arsitektur tradisional.
o) Gunung Tambora, Sumbawa
Gunung berapi Tambora dengan ketinggian 2.820 meter ini sudah tidak aktif lagi sekarang. Terkenal dengan letusannya yang dahsyat pada 5 – 15 Juli 1815 dimana puing-puing berjatuhan, gas panas dan aliran lahar membunuh lebih dari 12.000 orang. Lebih dari 44.000 orang meninggal kelaparan diakibatkan oleh letusan tersebut. Di puncak gunung ini, kaldera besarnya sekarang terdapat dua danau yang warnanya berbeda. Dari lingkaran kawah, terlihat pemandangan dari pulau, laut, Gunung Rinjani, dan pulau Lombok di kejauhan yang indah. Gunung ini menempati hampir seluruh semenanjung Sanggar.
p) Pulau Moyo
Pulau Moyo, di muara teluk Saleh, mempunyai cagar alam dengan banteng liar, rusa, babi hutan dan berbagai variasi spesies burung. Untuk datang ke pulau ini lebih baik dilakukan pada saat musim panas yaitu antara bulan Juni hingga Agustus.
q) Bima, Sumbawa
Istana kesultanan Bima sekarang sudah dijadikan Museum. Desa Dara berjarak dua kilometer dari Kota Bima yang berada di sebelah timur Sumbawa, dipercaya adalah tempat kerajaan Bima di masa lampau.
r) Sape, Sumbawa
Para pembuat kapal membuat kapal layar secara tradisional di kota pelabuhan di pantai timur Sumbawa. Sape adalah tempat keberangkatan yang lebih dekat untuk perjalanan ke Pulau Komodo, tempat kadal Komodo prasejarah berada.
s) Pantai-pantai
Pantai lain yang juga bagus bias anda jumpai di Talolai dan Hangawera di bagian utara Bima dan Lunyuk di pantai selatan Sumbawa.
t) Pantai Hu’u (Kabupaten Dompu)
Pantai pasir putih yang indah terletak di Samudera Hindia. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang besar dan panjang yang bagus untuk berselancar. Pantai ini dikelilingi oleh panorama yang cantik. Jaraknya apabila ditempuh dari Dompu sekitar 37 km, bisa ditempuh menggunakan mobil, dan di sini terdapat akomodasi yang simpel untuk para pengunjung.
u) Pantai Ule (Kabupaten Bima)
Pantai yang tenang dengan pasir putih yang indah terletak di teluk Bima dengan pulau kecil yang indah yang disebut Pulau Kambing. Di sini terdapat kolam ikan dan pohon garoso (buah tropis) di sepanjang pantai. Orang lokal biasanya menghabiskan liburan mereka di sana.
v) Pantai Wane (Kabupaten Bima)
Terletak 60 km dari kota Bima dan bisa ditempuh dengan mobil. Pantai ini memiliki pasir putih dan ombak yang besar, cocok untuk berselancar.
2) Wisata sejarah 
Di pulau Lombok terdapat beberapa tempat untuk melihat dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah peninggalan kerajaan Islam dan Hindu, seperti di wilayah Kabupaten Lombok Timur terdapat bekas peninggalan kerajaan Islam terbesar Pulau Lombok yaitu Kerajaan Islam Selaparang yang sekarang diabadikan namanya oleh salah satu Bandara di Pulau Lombok yaitu Bandara Selaparang. Selain itu terdapat pula peninggalan Masjid di Kabupaten Lombok Utara pada waktu penyebaran agama Islam pertama di Pulau Lombok yaitu Masjid Bayan Beleq, tempat ini berlokasi di Kecamatan Bayan dan dapat di tempuh dengan kendaraan Pribadi sekitar 3 Jam. Selain itu terdapat juga Tirta Yatra (yang merupakan peninggalan kerajaan Karangasem).
Foto 11: Masjid Bayan Beleq
Foto 12: Tirta Yatra
Istana Air Mayura (Bukti bahwa perbedaan itu Indah)
Istana Air Mayura dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem pada tahun 1744. Beliau adalah seorang Raja yang membesarkan Kerajaan Karangasem di Lombok. Dahulu tempat tersebut yangbernama Kelepuk adalah hutan belantara yang banyak dihuni oleh ular berbisa. Sewaktu akan membangun tempat Mayura, Raja Bali tersebut meminta bantuan kepada Raja Makassar yang kemudian mengirimkan burung merak untuk menakut-nakuti ular di tempat tersebut. Sehingga nama tempat tersebut diganti menjadi Mayora, dalam bahasa sanskerta berarti burung merak. Dalam lidah orang Lombok, berubah menjadi Mayura (dibaca Mayure).
Mayura mempunyai 6 bangunan utama yaitu, Kolam air, Bale Loji (tempat penyimpanan pusaka), Bale Tunggu, Bale Kambang, Pura Milu Kelepuk, dan Pura Jagad Nata. Dalam komplek ini tersedia taman-taman yang asri dan enak digunakan untuk bersantai. Cukup banyak muda-mudi bersantai di sana.
Namun yang menarik adalah bangunan Bale Kambang yang berada di tengah-tengah kolam air. Di sekitar Bale Kambang ini dihiasi oleh patung-patung bercirikan orang muslim, yaitu Arab, Muslim Cina, dan Jawa. patung orang Muslim tersebut berdiri di bagian Barat, Timur dan Utara dari Bale Kambang berdampingan dengan bangunan linggih yang sangat kental nuansa Hindu Balinya.
Bangunan Bale kambang adalah bangunan tempat bersidang dan menerima tamu kerajaan Bali Karangasem dulunya. Kental dengan dengan ciri-ciri Hindu, termasuk juga ornamen-ornamen di sekitarnya. Diberi nama Bale Kambang, karena posisinya ditengah-tengah kolam air, seakan mengambang diatas air. Dahulu juga ada bangunan penjara di sampingnya. Namun sayang besi-besi penjara tersebut sudah tergerus oleh air dan waktu.
Menurut informasi yang di dapat, keberadaan patung orang Muslim di antara bangunan Hindu tersebut adalah untuk membuktikan kerukunan di Lombok sekaligus untuk mengenang bahwa Raja Bali dulu pernah dibantu oleh Kerajaan Makassar yang muslim. Selain itu juga untuk mengenang bahwa Islam dibawa masuk ke Lombok oleh orang Makassar, Arab, dan China. Untuk yang dari China ditenggarai merupakan salah satu anggota rombongan laksamana Ceng Ho, seorang panglima Muslim dari Cina yang sangat terkenal.
Istana Air Mayura ini menjadi peninggalan sejarah yang selalu mengingatkan kepada kita untuk selalu hidup berdampingan dalam perbedaan dengan saling menghormati dan menghargai.
3) Wisata Religi 
Perjalanan spiritual ini adalah perjalanan persembahyangan mengunjungi beberapa pura yang merupakan peninggalan kerajaan karangasem Lombok.
Perjalanan ini diawali dengan mengunjungi Pura Jagatnatha Mayura yang merupakan istana Raja Karangasem Lombok, yang dibangun pada tahun 1744. Istana ini terkenal dengan Bale Kambangnya yang berfungsi sebagai pegadilan pada jamannya. Setelah itu perjalanan spiritual akan dilanjutkan menuju Pura Meru yang dibangun pada tahun 1720 pada jaman penjajahan Belanda. Pura ini juga dijadikan sebagai benteng pertahanan pada waktu menghadapi agresi Belanda ke II. Pada saat agresi Belanda ke II ini salah satu jendral Belanda gugur ditangan para kesatrya bali (Lombok.) jendral Van Ham gugur ditangan para kesatrya bali yang gagah berani. Jendral Van Ham dimakamkan dipemakaman umum umat Hindu di Karang Jangkong Mataram.
Perjalanan dilanjutkan menuju pura Kalasa Narmada yang sangat terkenal dengan Tirtha awet mudanya. Narmada diambil dari salah satu nama sungai suci di India yang merupakan salah satu anak sungai Gangga. Narmada merupakan miniature Gunung Rinjani dan dibangun pada tahun 1805 yang oleh raja pada saat itu digunakan sebagai istana musim kemarau. Pura Kalasa Narmada sangat erat kaitannya dengan pura Mayura (istananya) dan gunung Rinjani. Karena waktu raja berkuasa, selalu melakukan upacara pulang pakelem di danau Segara Anak, tepatnya pada purnamaning sasih kalima (5) untuk memohon hujan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan pada Bhatare Bhatari yang melingga disana. Saat usia raja semakin lanjut, maka beliau membangun Taman Narmada sebagai miniature gunung rinjani lengkap dengan miniature danau segara anak.
4). Wisata budaya (Perang Topat, tradisi pencerminan kerukunan beragama di Lombok)
Sore itu Jumat (12/12/08) ribuan warga Sasak (Lombok) dan umat Hindu berbaur di Pura Lingsar, KecamatanLingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat untuk merayakan “Perang Topat” yakni tradisi saling lempar dengan menggunakan ketupat.
Dengan menggunakan pakaian adat ribuan warga Sasak dan umat Hindu bersama-sama dengan damai merayakan upacara keagamaan yang dirayakan tiap tahun di Pura Lingsar tepatnya setiap purnama ke-7 menurut kalender Sasak.
Tradisi Perang Topat yang diadakan di Pura terbesar di Lombok  peninggalan kerajaan Karangasem itu merupakan pencerminan dari kerukunan umat beragama di Lombok. Prosesi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa makanan, buah, dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan dan prosesi ini didominasi masyarakat Sasak dan beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Lombok. Sarana persembahyangan seperti kebon odek, sesaji ditempatkan didalam Pura Kemalik.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasaknya “rorok kembang waru” yakni menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 17.30. Perang topat merupakan rangkaian pelaksanaan upacara pujawali yaitu upacara sebagai ungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Sang Pencipta. [Foto dan teks: Ahmad Subaidi/ANTARAMataram.com]

Rabu, 22 Februari 2012

Taman Nasional Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu dari gunung berapi yang masih aktif dan merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, dengan puncak Rinjani yang berada pada ketinggian 3726 m dpl. Posisi geografis Gunung Rinjani terletak antara 08025’ LS dan 116028’ BT. Gunung Rinjani merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang secara administratif berada dalam wilayah tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Utara dengan luas kawasan taman nasional 41330 Ha.
Pada tahun 2004 Gunung Rinjani terpilih menjadi salah satu pemenang World Legacy Award untuk kategori Destination Stewardship (Pengelolaan Tempat Tujuan), yaitu tempat yang berhasil melindungi peninggalan alam dan budaya secara menyeluruh. Penganugerahan penghargaan berlangsung di kantor pusat National Geographic Society, Washington, D.C.. Penghargaan World Legacy Award diberikan oleh Conservation International (CI) dan majalah National Geographic Traveler kepada institusi-institusi lingkungan dan sosial, tanggung jawab lingkungan dan peninggalan budaya. World Legacy Award merupakan satu-satunya penghargaan internasional dalam bidang pariwisata yang penilaiannya dilakukan secara langsung oleh para ilmuwan, ahli antropologi, dan profesional bidang pariwisata. Gunung Rinjani yang berada di jantung Pulau Lombok ini meraih penghargaan untuk kategori Destination Stewardship. Kawasan ini dikelola oleh Rinjani Trek Management Board (Badan Pengelola Perjalanan Rinjani).

Kawasan ini kaya akan Flora dan Fauna. Jenis Floranya antara lain Cemara Gunung (Casuarina junghuhnniana), Edelweiss (Anaphalis viscida). Sementara itu jenis faunanya antara lain Burung Koakiu ( Philemon bucceroides ), Punglor, Monyet, dan aneka jenis ikan. Mereka yang berkunjung ke kawasan ini dapat menikmati perjalanan panjang menyusuri hutan, melihat air terjun dan lembah-lembah yang mempesona, serta keluar dari hutan untuk menikmati panorama laut yang menakjubkan.
Dari bentuknya, Gunung Rinjani termasuk jenis strato dengan danau kawah. Gunung Rinjani pernah beberapa kali meletus dan terakhir meletus pada tahun 1994, dimana terjadi proses pembentukan gunung dengan terangkatnya dasar Danau Segara Anak. Gunung yang baru muncul ini kemudian disebut Gunung Baru atau Gunung Baru Jari. Gunung Baru ini menjadi pusat daya tarik dan memiliki misteri tersendiri. Gunung ini berada pada ketinggian 2296-2376 m dpl., mempunyai kawah aktif seluas 170 m x 200 m dan terdiri dari bebatuan serta didominasi oleh pasir dengan kondisi kering dan gundul.
Danau Segara Anak merupakan bekas kawah yang sudah tidak aktif, berukuran 3.500 m x 4.800 m yang kemudian terisi air sehingga menjadi sebuah danau. Di danau terdapat beraneka jenis ikan, sehingga banyak penduduk lokal yang naik ke Danau Segara Anak hanya untuk memancing. Air danau agak asam dan tidak begitu baik untuk diminum kecuali dimasak terlebih dahulu. Di dekat danau terdapat Gua Susu, dimana mengalir air yang berwarna putih karena mengandung belerang. Di situ juga terdapat Sumber Air Panas Kalak dengan tingkat panas yang berbeda-beda.
Pendakian ke Puncak Rinjani dapat melalui 3 jalur, yaitu Jalur Sembalun Lawang, Jalur Senaru, dan Jalur Torean.
1. Jalur Sembalun Lawang
Untuk menuju Desa Sembalun Lawang, dari Terminal Bertais ( Mataram ) kita naik mini bus menuju aikmel (± 2 jam), selanjutnya dari Aikmel menuju Desa Sembalun Lawang (±2 jam). Pendakian akan dimulai dari Kantor Information Center yang terletak di dekat gapura Pintu Masuk Gunung Rinjani. Para pendaki dapat menginap di rumah Amak Muk (Amak dalam Bahasa Sasak berarti bapak). Amak Muk merupakan salah seorang pegawai taman nasional. Rumahnya tidak jauh dari Pintu Masuk Gunung Rinjani.
Perjalanan dari Sembalun Lawang menuju pos I (Pemantauan) dapat ditempuh selama 2 jam 30 menit. Di Pos I terdapat pondok semipermanen yang bisa digunakan para pendaki untuk bemalam.Selanjutnya , dari Pos I kita menuju Pos II ( Trengengean ) dengan waktu tempuh 50 menit. Kita akan melewati jembatan beton. Di Pos II terdapat pos yang dapat digunakan untuk beristirahat. Di sini juga terdapat genangan air, terdapat sebelah kanan pos, tepatnya di sisi sungai.Perjalanan dari Pos II menuju Pos III ( Padabalong ) dapat ditempuh selama 1 jam 30 menit dan dilanjutkan menuju Pelawangan dengan waktu tempuh selama 3 jam 10 menit.
Di perjalanan kita akan menemukan persimpangan antara Bukit Penyiksaan dan Bukit Penyesalan. Jika ingin melalui Bukit Penyiksaaan, ambillah jalan ke kiri. Bukit ini sangat terjal, melelahkan, dan menyiksa. Itulah sebabnya mengapa bukit ini dinamakan Bukit Penyiksaan. Jika ingin melalui Bukit Penyesalan, ambillah jalur ke kanan,menuruni sungai kering kemudian mengambil jalur punggungan sisi kanan. Jalur ini terjal,meskipun tidak seterjal Bukit Penyiksaan. Perjalanan sangat jauh dengan rute memutar, sehingga bukit ini dinamai Bukit Penyesalan. Kedua jalur ini akan menyatu kembali di bibir danau. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah kiri hingga bertemu persimpangan puncak – danau. Kawasan ini dinamai pelawangan (Batas Vegetasi), karena medan selanjutnya hanya pasir dan batu. Dari Pelawangan menuju puncakdapat ditempuh selama 4 jam 10 menit dengan menempuh perjalanan yang panjang, terjal, dan melelahkan.
Puncak Rinjani berhubungan erat dengan legenda Dewi Rinjani. Dari nama perempuan itulah nama Rinjani ada. Bahkan ia dianggap sebagai penghuni kawasan puncak. Ia sangat cantik, yang kadang mau menampakkan diri kepada orang-orang tertentu di sekitar puncak dan pelawangan.
Buat highlander – ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yg indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari


2. Jalur senaru
Jalur kedua setelah sembalu Lawang adalah Jalur senaru, yang merupakan ajlur wisatawan maupun pendaki. Di sepanjang jalur ini kita bisa mendapat pemandangan bbaik untuk dipotret, dimana akan nampak danau yang luas, Gunung Baru, dan Puncak Rinjani yang menjulang tinggi.
Desa Senaru terletak sekitar 80 Km dari Kota Mataram, sebuah desa wisata dimana terdapat guess house, restoran, porter, dan Guide Pendakian. Tidak jauh dari senaru terdapat Air terjun Sendang Gile yang indah. Di Desa ini tinggal masyarakat tradisional Suku Sasak.
Jalur senaru sangat berbeda denagn Jalur sembalu Lawang. Dijalur ini medan yang dilalui berupa hutan lebat, jalur jalan yang cukup lebar dan relatif lurus, serta banyak terdapat mata air. Perjalanan dari senaru ke Pos I dapat ditempuh selama 2 jam. Dari Pos I ke Pos II Montong Satas (1500 m dpl.) dapat ditempuh selama 1 jam 30 menit. Pos II ke Pos III Mondokan Lolak (2000 m dpl.) 1 jam 30 menit. Pos III ke Pelawangan Senaru (2641 m dpl.) dapt ditempuh selama 1 jam 30 menit, dilanjutkan Danau Segara Anak selama 1jam 30 menit.

3. Jalur Torean
Jalur lain untuk pendakian adalah jalur Torean, Bayan, sisi Timur Laut. Dari Bayan menuju Torean dengan jalan kaki atau naik mini bus. Dari Torean dilanjutkan ke Kodok Putih. Jalur Selanjutnya sama dengan ajlur Senaru.

Taman Wisata Alam di Pulau Lombok


Berikut beberapa Taman Wisata Alam di Pulau Lombok ,NTB yang dapat masuk dalam rencana liburan atau wisata anda. Namum sebelum memasuki setiap kawasan wisata, kita harus memegang KODE ETIK :
Ø Tidak Meningglakan Sesuatu selain Jejak Kaki (Leave nothing but footprints )
Ø Tidak Mengambil Sesuatu kecuali Gambar ( Take nothing but picture )
Ø Tidak Membunuh Sesuatu kecuali waktu (Kill nothing but time )
1. Taman Wiasata Alam Kerandangan
Taman Wiasata Alam (TWA) Kerandangan berada di kawasan wisata pantai Senggigi di tepi barat Pulau Lombok. Kondisi bentang almanya yang bervariasi,datar, agak datar, bergelombang, berbukit, dan tebing curam menjadikan Taman Wisata Alam Kerandangan alternatifwisata tracking di Pulau Lombok.
Pada musim hujsn (Bulan Desember-Mei) para wisatawan dapat menikmati keindahan air terjun Putri Kembar yang berjarak ±2 kilometer dari Pondok Kerja, dan air terjun Gua Walet yang berjarak ±1,5 kilometer dari Pondok Kerja berjalan kaki menyusuri jalan trail dan jalan stapak sambil menikmati keindahan kupu-kupu dan suara burung-burung serta kesunyian hutan.
Air terjun Gua Walet setinggi ±2 meter dapat dinikmati keindahannya sambil duduk di bebatuan sungai atau berendam. Berjalan kuarang lebih 500 meter ke sebelah atas air terjun tersebut dengan melalui jalan trail melewati hutan asli, kita dapat menikmati keindahan air terjun Putri Kembar yang terdiri dari dua buah air terjun berhadapan setinggi ±7 meter
Berjalan santai mengikuti jalur tracking yang disediakan di beberapa titik kawasan jika beruntung dapat dijumpai satwa liar antara lain Troides helena (Kupu-Kupu langka yang dilindungi undang-undang) dan Kera Hitam/ Lutung/ Ebony Leaf Mongkey (Tracypithecus auratus) yang di NTB hanya hidup di dua tempat di Pulau Lombok salah satunya di Taman Wiasata Alam Kerandangan.
Untuk mencapai Taman Wisata Alam Kerandangan ini :
Ø Dari Bandara Selaparanng (Mataram) – Kawasan Wisata Senggigi – TWA Kerandangan menggunakan kendaraan darat (pribadi atau sewaan) dengan waktu tempuh ±40 menit. Jika menggunakan taksi dari Bandara Selaparang tarif yang ahrus dibayar sekitar Rp 5 0.000.
Ø Jika ingin berhemat, kita dapat menggunakan kendaraan reguler dari Pasar Kebon Roek turun di Desa Senggigi dengan tarif Rp 3000 dari pertigaan Desa Senggigi ke TWA Kerandangan sejauh ±1,5 kilometer dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menyewa ojek dengan biaya Rp 3000.
2. Taman Wisata Alam Suranadi
Taman Wisata Alam Suranadi merupakan hutan alam yang relatif utuh ditengah jepitan perkembangan masyarakat sekitarnya.Hutan yang memiliki luasan yang relatif kecil seluas 52 Ha ini terkait erat dengan perkembangan agama dan budaya masyaarakat lombok.
Taman Wisata Alam Suranadi kaya akan aneka ragam tumbuhan, jamur-jamuran maupun satwa. Beberapa pohon tinggi dan berdiameter besar hingga mencapai diameter lebih dari 1,5 meterakan banyak dijumpai di banyak tempat di Taman Wisata Alam Suranadi.
Kanopi hutan yang relatif rapat menjadikan lantai hutan lembab dan ditumbuhi aneka macam tnaman bawah. Kondisi ekosistem yang demikian memicu melimpahnya jamur dan serangga tanah. Sementara pepohonan yang besar dengan percabangan yang banyak dan melimpahnya sumber makanan menjadikan kera abu-abu bermukim. Perakaran pohon yang besar dan berserabut memicu kemampuan menahan air yang masuk ke kawasan tersebut, sehingga di kawasan Taman Wisata Alam Suranadi dijumpai beberapa mata air yang sanggup memasok kebutuhan air bagi masyarakat sekitarnya. Potensi ekologis sedemikian rupa ini menjadikan Suranadi ditujukan sebagai kawasan hutan wisata pendidikan yang dapat dipadukan dengan aktifitas camping maupun wild watching.
Di kawasan ini juga dapat disaksikan fenomena ekologi yang sangat menarik berupa berbagai macam bentuk simbiosis parasit seperti tumbuhan merambat (liana) sampai dengan strangler (mencekik) yang terjadi pada Pohon Pulai (Alstonia scholaris) dan Beringin (Ficus benjamin) serta bentuk-bentuk simbiosis lainnya. Fenomena ini menjadikan Taman Wisata Alam Suranadi cocok untuk kegiatan wisata pendidikan. Aktifitas lain yang dapat dilakukan di kawasan Taman Wisata Alam Suranadi ini adalah berkemah (camping) dan outbond.
Untuk mencapai Taman Wisata Alam Suranadi ini :
Ø Dengan kendaraan pribadi atau sewaan dengan kondisi jalan yang baik selama ±35 menit dan berjarak ±18 kiometer dari Kota Mataram.
Ø Jika menggunakan kendaraan reguler waktu tempuh akan lebih lama (±45 menit) dan rutenya adalah sebagai berikut : Terminal bertais – Kota Kecamatan Narmada (±20 menit, dengan tarif sekitar Rp 2000) – Sesaot, turun ke Suranadi (±25 menit, dengan tarif Rp 2000) Taman Wisata Alam Suranadi berada ±100 meter dari jalan Narmada-Sesaot.
3. Taman Wiasata Alam Bangko-Bangko
Di kawasan yang terletak di semenanjung barat daya Pulau Lombok ini terdapat bentang pantai yang menarik untuk kegiatan surfing . Ombak pantai Bangko-Bangko yang relatif memanjang dan sambung menyambung dipilih bagi para pemula untuk berselancar, sementara itu jarak yang dekat dengan Nusa Penida memudahkan para wisatawan untuk mencapai kawasan ini.
Di sudut lainnya, wisatawan kerap mengunjungi Taman Wiasata Alam Bangko-Bangko untuk menyelam menikmati keindahan bawah laut Pantai Banko-bangko. Selain wisata pantai, Taman Wiasata Alam Bangko-Bangko juga memiliki hutan yang ditujukan untuk wisata tracking dan sejarah. Berjalan memasuki kerimbunan hutan tepi tebing dapat dijumpai sisa-sisa peninggalan jaman penjajahan Jepang berupa puing-puing benteng pemantau pertahanan Jepang lengkap dengan meriamnya.
Untuk mencapai Taman Wiasata Alam Bangko-Bangko ini:
Ø menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari Bandara Selaparang Mataram – Sekotong – Bangko-bangko (±70 kilometer dengan waktu tempuh ±2 jam).
Ø Jika hendak menggunakan kendaraan reguler naik dari Terminal Bertais ke Terminal Lembar (±45 menit) kemudian dari Terminal Lembarnaik kendaraan ke jurusan Pelabuhan Poh ( dekat kawasan Taman Wiasata Alam Bangko-Bangko) dengan wktu tempuh ±2 jam.
4. Taman Wiasata Alam Pelangan.
Bagi wisatawan yang menyenangi suasana sunyi dan relatif terpencil ditemani bentang pasir putih nan luas serta deburan ombak biru nan jernih Taman Wisata alam Pelangan merupakan aternatif tepat untuk dikunjungi. Sesuai kondisi asri alamnya di Pantai Pelangan dapat dilakukan aktifitas wisata diantaranya wind surfing , sun bathing, swimming, dan camping. Sementara bagi yang tertarik kesejukan utan melangkah di bebukitan kiat melakukan forest tracking bahkan melakukan aktifitas khusus berupa pendidikan dan penelitian.
Untuk mencapai kawasan ini :
Ø Menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari Bandara Selaparang, Mataram - Sekotong – Bangko-bangko (±70 kilometer dengan waktu tempuh ±2 jam).
Ø Jika hendak menggunakan kendaraan reguler naik dari Terminal Bertais ke Terminal Lembar (±45 menit) kemudian naik kendaraan ke jurusan Pelangan dengan waktu tempuh ±2 jam, dari Pelangan Taman Wisata alam Pelangan dapat dengan ojek selama ±1 jam.
5. Taman Wisata Alam Gunung Tunak
Taman Wisata Alam Gunung Tunak terletak di ujung selatan Pulau Lombok,dan pantai Taman Wisata Alam Gunung Tunak merupakan satu rangkaian dengan Pantai Kuta yang berada disebelah barat Taman Wisata Alam Gunung Tunak.
Di dalam hutan Gunung tunak dapat ditemui gundukan-gundukan sarang burung langka Megapodius/Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwartdt) berikut burungnya yang dilindungi undang-undang dan menjadi buruan wisatawan Mancanegara untuk mendapatkan gambarnya di alam ,dan jika beruntung kita akan dapat menjumpai Risa Timor.
Lepas menyusuri hutan musim Gunung Tunak,langkah tracking dapat dilanjutkkan menuju pantai tersembunyi yang relatif belum pernah dijamah . dipantai ini kita dapatkan butiran-butiran pasir putih yang terhampar luas dihempas deburan ombak biru samudera Indonesia. Di kaki bukit yang terbentang datar menikmati kesunyian ditemani deburan ombak dan keindahan pantai kita dapat mendirikan tenda untuk camping yang akan lebih menyenangkan jika dilakukan bersama keluarga atau teman.
Untuk mencapai kawasan ini :
Ø Menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan dari Bandara Selaparang, Mataram – Praya – Penujak – Sengkol – Desa Mertak – TWA Gunug Tunak ( ±85 kilometer, dengan waktu tempuh ±2,5 jam )
Ø Jika menggunakan reguler dari Terminal Bertais – Terminalrenteng di Praya (±1 jam dengantarif ± Rp 7000) – Sengkol (±45 menit , dengan tarif ±Rp 3000) – Kuta (±45 menit , dengan tarif ±Rp 3000) – TWA Gunug Tunak ±11 kilometer dapat ditempuh menggunakan ojek ±45 menit dan tarifnya ±Rp 10.000 ( Rute ini dapat ditempuh melalui jalur utara yaitulewat pertigaan Desa Mertak kemudian ke timur atau dari Kuta langsung ke timur lewat lewat Tanjung A’an kemudian ke pantai Gerupuk dapat menyewa perahu nelayan dengan tarif sewa ±Rp 150.000 sampai dengan Rp 200.000.